CINTA ITU "WALAUPUN" BUKAN "KARENA"

Sabtu, 12 Maret 2011

LAPORAN FISIOLOGI II TEKANAN DARAH ARTERI


BAB I
PENDAHULUAN


  1. Latar Belakang

Selama sembilan bulan kehidupan pertama dari setiap manusia (intra feotal) berada dalam lingkungan air (cairan) sehingga dapat dikatakan bahwah kehidupan dimulai dalam air. Dan selanjutnya kehidupan itu sendiri sangat tergantung dari pada ; kehidupan dapat di pertahankan karena manusia membawah lingkungan air di dalam dirinya. Air atau cairan lingkungan yang mengelilingi sel dalam tubuh manusia disebut cairan jarinfgan (tissue fluid) ; cairan ini berasal dari darah, di perbaharui oleh darah dan di kembalikan ke dalam darah. Didalam cairan jaringan ini terdapat semua bahan-bahan yang di butuhkan oleh sel, baik untuk mempertahankan kehidupan sel itu sendiri maupun untuk melaksanakan fungsi-fungsi yang spesifik dari setiap sel, adalah menjadi tugas dari pada sistem sirkulasi untuk membawah darah ke seluruh bagian tubuh, terutama ke bagian yang paling aktif kegiatannya.
Sistem peredaran darah (sirkulasi) di perkenalkan oleh william harvey pada tahun 1628 yang menyatakan bahwa darah mengalir dalam suatu lingkaran ; darah meninggalkan jantung melalui pembuluh darah arteri dan dibawa kembali ke jantung oleh pembuluh darah vena. Diantara ujung-ujung terminal arterial dan terdapat suatu anyaman pembuluh-pembuluh darah yang sangat kecil, yang disebut pembuluh kapiler ; pada pembuluh kapiler ini terjadi antara darah dan cairan jaringan, sehingga pembuluh-pembuluh kapiler adalah bagian yang paling penting dalam sistem sirkulasi. Darah seorang pria dewasa rata-rata mempunyai enam liter darah, yang terdiri atas cairan (plasma) sebanyak 55% dan sel sebanyak 45%. Plasma mengandung 90% air dan 10% bahan lainnya (protein dan mineral dan sebagainya). Sel darah terdiri atas sel darah terdiri atas sel darah merah (erythrocytes), sel darah putih (leococyt) dan buter pembuluh (thrombocyte).
  1. Tujuan Percobaan
1.    Mempelajari cara-cara pengukuran tekanan darah arteri
2.    mempelajari beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah secara fisiologis.























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pemeriksaan tekanan darah dilakukan dengan cara yang betul, terutama jika dilakukan terhadap anak-anak atau orang yang gemuk. Ukuran manset biasanya 13x20 cm (20% lebih lebar dari diameter lengan).
Pada penderita-penderita dengan hipertensi disamping pengukuran pada kedua lengan harus juga dilakukan pada keedua tungkai dengan manset yang cukup lebar untuk menyingkirkan adanya koartasio aorta atau atau penyakit takayashu. Mansety yang digunakan pada anak harus sama. Ukuran lebar manset pada usia dibawah 1 tahun lebar cekungnya kurang dari 2,5 cm, umur 1-4 tahun 5 cm, dan umur 4-8 tahun 9 cm.
Perabaan nadi dapat memberikan gambaran aktivitas pompa jantung maupun keadaan pembuluh itu sendiri. Kadang-kadang nadi lebih jelas jika diraba pada pembuluh yang lebih besar, misalnya arteri karotis. Pada perabaan nadi harus di perhatikan
§  Jumlah frekuensi nadi (laju nadi permenit)
§  Takikardia, bradikardia
§  Keteraturan nadi
§  Perbandingan dengan denyut jantung
§  Pulsus defisit (misalnya pada fibrilasi atrium)
§  Bentuk nadi
§  Pulsus bisferiens ( dicrotic pulse), terdapat aksentuasi dari regurgitasi aorta, AS, tirotoksikosis, IHSS, ansietas.
§  Pulsus seler (bounding pulse, collapsing pulse, water hammer pulse, corrigan’s pulse) disebabkan upstroke dan down stroke mencolok dari pulsus, misalnya pada tritoksikosis, regurgitasi aorta, hipertensi, PDA fistula arteiovenousus.
§  Pulsus tardus (plateau pulse) : disebabkan karedna obstroke dan downstroke yang perlahan, misalnya pada stenosis katup aorta berat.
§  Perubahan volum nadi
§  Pulsus alternan : perubahan kuatnya denyut nadi yang disebabkan oleh kelemahan jantung, misalnya pada gagal jantung, kadang-kadang lebih nyata dengan auskultasi saat mengukur tekanan darah.
§  Pulsus bigemnus : nadi teraba berpasangan denagn interval tak sama dimana nadi kedua biasanya lebih lemah dari nadi sebelumnya. Kadang-kadang malah tak teraba sehingga seolah-seolah merupakan suatu bradikardia atau pulsus defisit jika dibandingkan denyut jantung.
§  Pulsus paradoksus : melemah atau tak terabanya nadi saat inspirasi. Sering lebih nyata pada auskultasi saat pengukuran tekanan darah, dimana pulsus terdengar melemah saat inspirasi dan biasanya tak melebihi 10 mmHg. Bisa pula disertai penurunan tekanan vena jugularis saat inspirasi, misalnya pada gangguan restriksi pad efusi perikardium, tamponade perikard, konstriksi perkard, sindrom vena kava superior atau emfisema paru.
Keseluruhan sistem peredaran (sistem kardiovaskuler) terdiri dari arteri, arteriola, kapiler, venula dan vena. Arteri (kuat dan lentur) membawa darah dari jantung dan menanggung tekanan darah yang paling tinggi. Kelenturannya membantu mempertahankan tekanan darah diantara denyut jantung. Arteri yang lebih kecil dan arteriola memiliki dinding berotot yang menyesuaikan diameternya untuk meningkatkan atau menurunkan aliran darah ke daerah tertentu. Kapiler merupakan pembuluh darah yang halus dan berdinding sangat tipis, yang berfungsi sebagai jembatan diantara arteri (membawa darah dari jantung) dan vena (membawa darah kembali ke jantung). Kapiler memungkinkan oksigen dan zat makanan berpindah dari darah ke dalam jaringan dan memungkinkan hasil metabolisme berpindah dari jaringan ke dalam darah. Dari kapiler, darah mengalir ke dalam venula lalu ke dalam vena, yang akan membawa darah kembali ke jantung. Vena memiliki dinding yang tipis, tetapi biasanya diameternya lebih besar daripada arteri, sehingga vena mengangkut darah dalam volume yang sama tetapi dengan kecepatan yang lebih rendah dan tidak terlalu dibawah tekanan.






















BAB III
METODOLOGI

  1. Alat dan bahan
    1. Manometer air raksa atau aneroid
    2. Stetoskop
  2. Prosedur
a.    Tekanan darah istirahat
Ukurlah tekanan darah orang coba setelah berbaring 5 menit, setelah duduk 5 menit dan setelah berdiri 5 menit. Orang coba harus benar-benar dalam keadaan santai bandingkanlah hasil ketiga pencatatan itu. Dalam mencatat tekanan darah, gunakan kombinasi ketiga cara yaitu, palpasi, auskultasi, osilasi.
b.    Pengaruh perubahan sikap
Orang coba berbaring selama 5 menit. Ukurlah tekanan darah, kemudian orang coba diminta segera berdiri dan ukurlah segera tekanan darah dengan lurus ke bawah. Tekanan darah di ukur 0, 1, 2, 3, 4, dan 5 menit sesudah berdiri.
c.    Pengaruh kerja otot
Orang coba untuk melakukan kegiatan misalnya berlari ditempat selama kurang lebih 3-5 menit kemudian catatlah tekanan darah kontrol (sebelum kegiatan)
d.    Pengaruh berpikir
Catatlah tekanan darah kontrol. Kemudian orang coba diminta untuk berpikir de3ngan kuat yaitu memecahkan soal matematika yang susah. Catatlah tekanan darahnya secepat mungkin, kalau perlu selagi orang coba berpikir. Bandingkanlah dengan tekanan kontrol.
e.    Percobaan valsava (valsava’s maneuver)
Buatlah pencatatan kontrol. Orang coba diminta untuk melakukan ekspirasi kuat dengan glottis tertutup (mengedan). Catatlah tekanan darah pada saat itu dan bandcingkan dengan tekanan kontrol.
f.     Percobaan muller
Orang coba diminta untuk inspirasi kuat dengan glotis tertutup. Ukurlah tekanan darah dan bandingkan dengan tekanan kontrol.























DAFTAR PUSTAKA


1.    Rilantono, Ismudiati, Lily. Baraas, Faisal. Karo,Karo, Santoso. Reobiono, Surwianti, Poppy. 2001. Buku Ajar Kardiologi. Fakultas Kedokteran. Universitas Indonesia. Penerbit Balai. Jakarta.
2.    Pearce. Evelyn. C. 2006. Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis. Penerbit : PT Gramedia. Jakarta.
3.    Luhulima,W,J. 2001. Anatomi Akademi Perawat. Bagian Anatomi. Fakultas Kedokteran. Universitas Hasanuddin. Makassar.
4.    http://www.wikipedia.com. Diakses Pada Tanggal 27 Januari 2008. Pukul 09:00 PM WIB. Makassar.
5.    http//www.farmacia.com. Diakses Pada Tanggal 27 Januari 2008. Pukul 09:00 PM WIB. Makassar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar